Langsung ke konten utama

Mengenal Outcome-Based Education

Akronimnya OBE. Kependekan dari Outcome-Based Education. Ini barang baru di dunia pendidikan. Para dosen diminta kenalan dan bisa mempraktikkan OBE.

Intinya, OBE itu mengubah paradigma atau cara pandang dalam pembelajaran di kelas-kelas perguruan tinggi. Tadinya, dosen aktif menyampaikan materi, menjadi sumber pengetahuan, dan mahasiswanya pasif saja.
Dengan OBE, situasinya diubah. Mahasiswa dituntut aktif belajar dan efek dari pembelajaran itu adalah adanya luaran atau outcome. Tugas dosen cukup menjadi pendamping dan fasilitator pembelajaran.
Penerapan OBE dipicu oleh tuntutan dunia kerja dan inovasi kekinian. Pembelajaran terkini basisnya bukan hanya materi yang dikuasai mahasiswa. Tapi, juga luaran hasil pembelajaran harus bisa dibuktikan. 

Kebutuhan adanya luaran ini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta kebutuhan dunia kerja. Harus diakui, perkembangan teknologi saat berjalan sangat cepat. Sementara dunia kerja kian kompetitif.

Dengan situasi tersebut, dosen dan mahasiswa dituntut berubah. Keterlibatan mahasiswa dan sikap aktif mereka menjadi elemen penting agar para mahasiswa nantinya lebih siap dalam beradaptasi dengan dunia kerja yang makin menantang.
Lantas, seperti apa kondisi ideal kelas-kelas di perguruan tinggi yang sudah menerapkan OBE? Saya mencoba membuat ilustrasinya dengan Bing Image Creator menggunakan prompt sebagai berikut; situation at class which use outcome-based education as education standard.
Jika orang jawa bilang, hidup sekadar mampir ngombe. Kini tugas para dosen untuk bisa ngOBE. NgOBE artinya menerapkan OBE dalam proses pembelajaran di kelas-kelas agar lulusan dari perguruan tinggi memiliki nilai lebih atau added value pada saat lulus dan kemudian memasuki dunia kerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salon Kecantikan Terbaik untuk Perempuan: Layanan Gunting, Cuci Rambut, dan Lebih Banyak Lagi

Perempuan berhak merawat rambutnya agar tampil cantik Dalam dunia yang semakin sibuk ini, setiap perempuan berhak untuk merasa cantik dan percaya diri. Salah satu cara untuk mencapai itu adalah dengan merawat rambut di salon kecantikan yang profesional. Di salon kami, kami menawarkan berbagai layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kecantikan perempuan, termasuk gunting, cuci rambut, blow, coloring, smoothing, dan hair mask. Layanan Unggulan Kami 1. Gunting Rambut Gunting rambut adalah langkah pertama untuk mendapatkan penampilan yang segar. Tim stylist kami yang berpengalaman siap membantu Anda menemukan gaya rambut yang paling sesuai dengan bentuk wajah dan kepribadian Anda. 2. Cuci Rambut Setelah gunting, cuci rambut adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut. Kami menggunakan produk berkualitas tinggi yang dapat memberikan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut Anda. 3. Blow Layanan blow kami akan memberikan sentuhan akhir yang s...

Fakta Seputar Perang Korea

Semenanjung Korea akhirnya merdeka. Hari itu tanggal 3 Oktober 1945, bangsa Korea menghirup kemerdekaan, setelah dijajah oleh negeri matahari terbit; Jepang. Begitulah, sejarah baru bangsa Korea terbentang dan bergulir. Rasa haru kemerdekaan itu agaknya hanya berumur sesaat. Semenanjung damai yang dulunya bersatu, kembali terkoyak. Tiba-tiba Korea Utara menyerang Seoul dengan tujuan yang jelas; menginvasi Korea Selatan. Tragedi kemanusiaan bertajuk Perang Korea atau yang dikenal pula dengan Korean War digelar. Luka bangsa Korea semasa penjajahan Jepang belumlah usai. Berikutnya, pada tanggal 25 Juni 1950, luka bangsa itu disayatkan lagi oleh saudara sebangsa. Perang, di belahan bumi manapun berlangsung, senantiasa menorehkan luka yang teramat dalam bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam realitanya, perang merupakan pilihan akhir yang dilematis yang harus dijalani oleh suatu bangsa, setelah upaya lain terhenti. Tak peduli apapun bentuk perang tersebut dan alasan y...

Telepon Genggam dan Kita

Pernahkah Anda mencoba lepas sehari saja dengan telepon genggam Anda? Jika Anda pernah mencobanya, tentu sangat mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Di tengah kesibukan yang makin “menggila” telepon genggam sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat.  Sengaja saya beri tanda kutip kata “menggila” tadi untuk menegaskan bahwa banyak orang yang kini tergila-gila memakai telepon genggam. Saking gilanya, mereka tidak bisa lepas barang sejenak dari benda yang satu itu. Itu artinya komunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Membeli telepon genggam dan membeli pulsa sudah menjadi rutinitas yang menghiasi keseharian kita.  Kenyataan tentang pentingnya telepon genggam ini menyadarkan saya bahwa seseorang bakal merasa tidak lengkap jika telepon genggamnya tidak bisa berfungsi. Inilah yang saya alami saat berada di Hotel Mambrouk Anyer Banten, Selasa 29 Juli 2008 lalu. Acara liburan mendadak itu menjadikan saya tidak bisa membawa tiga buah charger untu...