Langsung ke konten utama

Membangun Citra yang Unggul Bagian ke-1

Menjual produk tak ubahnya menawarkan sebuah karya seni. Karya seni menawarkan citra tertentu bagi para penikmatnya. Karena image yang melekat di dalamnya, karya seni menjadi menarik untuk dilihat sekaligus dinikmati. 

Hal serupa juga terjadi saat menawarkan, menjajakan dan memasarkan produk. Dalam arus modernitas seperti yang terjadi sekarang, citra sebuah produk seringkali dikaitkan dengan feeling alias perasaan. Siapa saja yang bisa menggaet feeling khalayak, maka dia berhasil menanamkan image suatu produk di benak konsumen dan calon konsumen. 

Kenapa citra menjadi penting? Citra yang melekat para brand merupakan tahap lanjutan untuk terus mendekatkan produk dengan konsumennya. Agar konsumen loyal terhadap sebuah produk, konsumen tidak cukup jika hanya mengenal brand dan kegunaan produk. 

Citra harus bisa dilekatkan dalam memasarkan produk. Citra yang kuat dan pas pada sebuah produk akan mengajarkan kepada konsumen untuk mengaitkan sebuah produk dengan perasaan tertentu saat mengonsumsi produk. 

Pentingnya mengenalkan brand berikut citra yang ada ini tak lepas dari pendapat lama di bidang pemasaran yang menyebutkan “marketing war” sebenarnya adalah memperebutkan ruang di dalam benak pelanggan. Upaya memosisikan sebuah produk atau positioning sebenarnya adalah tentang bagaimana brand sebuah produk bisa masuk dan menguasai benak pelanggan. 

Dalam khazanah marketing, brand atau merek memegang peran penting di samping unsur lain yakni positioning dan diferensiasi. Positioning – diferensiasi – brand atau PDB ini secara simultan merupakan alat analisis ampuh sekaligus tool untuk memenangkan persaingan produk di benak konsumen

Untuk menguasai benak pelanggan ini tentunya diperlukan upaya keras agar pelanggan punya persepsi tentang produk, merek, maupun citra sesuai yang diharapkan. Untuk itulah persepsi harus diciptakan. 

Menurut Hermawan Kartajaya, kegiatan marketing itu dimulai dengan menciptakan perception, tapi kalau tidak didukung differentiation yang kuat dan solid, nantinya brand malah tidak bisa dibentuk. Karena itulah diperlukan tiga “I”, yakni identity, integrity, dan image

Positioning bertujuan memperkenalkan brand identity. Tapi, untuk membuktikan janji positioning maka brand harus punya integritas. Untuk itu dibutuhkan back-up dari differentiation

Sebuah brand sudah seharusnya memiliki integritas agar senantiasa bertanggung jawab dengan kualitas produknya dan tidak membohongi konsumen dengan janji-janji muluknya belaka. Pentingnya menjaga brand ini dikarenakan brand tetap merupakan core dari value

Salah poin penting dari value ini adalah menciptakan customer satisfaction sementara brand merupakan representasi dari produk dan layanan perusahaan. Adanya service dan process yang baik dari produsen merupakan back-up agar brand value terus meningkat dan pada akhirnya image atau citra yang hendak ditanamkan kepada konsumen akan terwujud.  

Merek bukanlah sekedar nama. Bukan pula sebatas logo atau simbol. Merek adalah payung yang merepresentasikan produk dan layanan Anda. 

Merek merupakan cerminan value yang diberikan produsen kepada pelanggan. Itulah sebabnya sebuah merek bisa disebut sebagai “value indicator” perusahaan dan produk. 

Merek merupakan ekuitas perusahaan yang menambah value bagi produk dan jasa yang ditawarkannya. Merek merupakan aset yang menciptakan value bagi pelanggan dengan memperkuat kepuasan dan pengakuan atas kualitas. Dengan merek, perusahaan mampu membebaskan dirinya sendiri dari kurva supply-demand.  

Lanjut ya ke bagian ke-2 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salon Kecantikan Terbaik untuk Perempuan: Layanan Gunting, Cuci Rambut, dan Lebih Banyak Lagi

Perempuan berhak merawat rambutnya agar tampil cantik Dalam dunia yang semakin sibuk ini, setiap perempuan berhak untuk merasa cantik dan percaya diri. Salah satu cara untuk mencapai itu adalah dengan merawat rambut di salon kecantikan yang profesional. Di salon kami, kami menawarkan berbagai layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kecantikan perempuan, termasuk gunting, cuci rambut, blow, coloring, smoothing, dan hair mask. Layanan Unggulan Kami 1. Gunting Rambut Gunting rambut adalah langkah pertama untuk mendapatkan penampilan yang segar. Tim stylist kami yang berpengalaman siap membantu Anda menemukan gaya rambut yang paling sesuai dengan bentuk wajah dan kepribadian Anda. 2. Cuci Rambut Setelah gunting, cuci rambut adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut. Kami menggunakan produk berkualitas tinggi yang dapat memberikan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut Anda. 3. Blow Layanan blow kami akan memberikan sentuhan akhir yang s...

Fakta Seputar Perang Korea

Semenanjung Korea akhirnya merdeka. Hari itu tanggal 3 Oktober 1945, bangsa Korea menghirup kemerdekaan, setelah dijajah oleh negeri matahari terbit; Jepang. Begitulah, sejarah baru bangsa Korea terbentang dan bergulir. Rasa haru kemerdekaan itu agaknya hanya berumur sesaat. Semenanjung damai yang dulunya bersatu, kembali terkoyak. Tiba-tiba Korea Utara menyerang Seoul dengan tujuan yang jelas; menginvasi Korea Selatan. Tragedi kemanusiaan bertajuk Perang Korea atau yang dikenal pula dengan Korean War digelar. Luka bangsa Korea semasa penjajahan Jepang belumlah usai. Berikutnya, pada tanggal 25 Juni 1950, luka bangsa itu disayatkan lagi oleh saudara sebangsa. Perang, di belahan bumi manapun berlangsung, senantiasa menorehkan luka yang teramat dalam bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam realitanya, perang merupakan pilihan akhir yang dilematis yang harus dijalani oleh suatu bangsa, setelah upaya lain terhenti. Tak peduli apapun bentuk perang tersebut dan alasan y...

Telepon Genggam dan Kita

Pernahkah Anda mencoba lepas sehari saja dengan telepon genggam Anda? Jika Anda pernah mencobanya, tentu sangat mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Di tengah kesibukan yang makin “menggila” telepon genggam sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat.  Sengaja saya beri tanda kutip kata “menggila” tadi untuk menegaskan bahwa banyak orang yang kini tergila-gila memakai telepon genggam. Saking gilanya, mereka tidak bisa lepas barang sejenak dari benda yang satu itu. Itu artinya komunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Membeli telepon genggam dan membeli pulsa sudah menjadi rutinitas yang menghiasi keseharian kita.  Kenyataan tentang pentingnya telepon genggam ini menyadarkan saya bahwa seseorang bakal merasa tidak lengkap jika telepon genggamnya tidak bisa berfungsi. Inilah yang saya alami saat berada di Hotel Mambrouk Anyer Banten, Selasa 29 Juli 2008 lalu. Acara liburan mendadak itu menjadikan saya tidak bisa membawa tiga buah charger untu...