Langsung ke konten utama

Fakta Pianis 4 Jari Hee Ah Lee


Hei A, nama gadis Korea itu. Tingginya hanya 103 centimeter dengan berat badan 33 kilogram. Saat usianya sudah beranjak 19 tahun, tinggi badan Hei A sama dengan anak berumur 4 tahun.

Secara fisik, Hei A memiliki sejumlah kekurangan. Gadis yang gemar makan ini, terlahir hanya dengan empat jari di tangannya. Tapi kekurangan fisik, tidak memupus semangat Hei A.

Ibunya, menginginkan Hei A tumbuh wajar dan memiliki keahlian. Obsesinya, menjadikan Hei A seorang pianis. Karenanya sejak kecil Hei A dimasukkan ke sekolah piano.

Butuh waktu enam bulan, sampai akhirnya ada sekolah piano yang mau menerima Hei A. Sejumlah sekolah piano menolak mengajar Hei A karena dia hanya punya empat jari. Belum lagi kakinya yang pendek sehingga menyulitkannya menyentuh pedal piano. Beruntung, ada sekolah piano yang bersedia mengajar Hei A.

Awal mula belajar piano, jari-jari tangan kanan dan kiri Hei A tak bisa memainkan tuts-tuts piano secara sinkron. Namun, ibu Hei A dengan sabar menemaninya belajar piano selama tiga bulan pertama.

Setelah jari-jari Hei A kuat, terbukti dia bisa memainkan piano seperti orang-orang yang berjari normal. Hei A, gadis berjari empat itu kemudian terkenal sebagai pianis. Meski jarinya hanya empat, Hei A mampu bermain piano dan menggerakkan jari-jarinya secepat dan seluwes orang yang berjari sepuluh.

Kekurangan fisik pada tangan Hei A inilah yang membuatnya harus belajar memainkan sebuah lagu hingga 10 jam. Bahkan, untuk memainkan sebuah lagu dengan notasi rumit, Hei A harus berlatih selama 5,5 tahun. Hei A tak pernah patah semangat. Begitu pula dengan ibunya.

Kesabaran sang ibu membimbing Hei A memang tergolong luar biasa. Segala keperluan Hei A dipersiapkan sang ibu. Hei A tak bisa lepas dari ibunya. Karena kesibukannya membantu Hei A, sang ibu akhirnya melepas pekerjaannya sebagai perawat.

Kesibukan membantu Hei A itulah yang akhirnya membuat sang ibu paham tentang musik. Ibunya pula yang mengatur jadwal pentas bagi Hei A. Seringkali karena jadwalnya yang sangat padat, tawaran pentas bagi Hei A ditolak. Keputusan itu harus diambil karena pernah dalam satu bulan Hei A harus naik pentas sebanyak 200 kali.

Bagi Hei A, bermain piano merupakan hal yang sangat menyenangkan. Terlebih lagi bermain piano di depan banyak orang.

Para penggemar Hei A kerap merasa takjub dengan kepiawaiannya menggerakkan empat jarinya secara cepat dan sinkron, menyentuh tuts-tuts piano. Tepuk tangan yang bergemuruh, karangan bunga ucapan selamat menjadi ritual yang tak terlewatkan bagi Hei A seusai pentas.

Hei A dengan senyum bersahaja menerima semua sambutan penonton yang diberikan kepadanya. Saat Hei A mulai menyentuhkan jarinya ke tuts-tuts piano, penonton seperti tersihir. Mereka lebih banyak diam dan berdecak kagum akan kelebihan yang diberikan Tuhan kepada Hei A, meski dia tidak terlahir dengan fisik normal.

Hei A dan ibunya, mengajarkan kepada banyak orang tentang arting penting perjuangan dan kesabaran. Kekurangan yang ada, tidak menjadikan seseorang untuk berhenti berharap dan mengubah keadaan di sekelilingnya, sekecil apapun perubahan itu.

Kesabaran untuk terus mencoba, berlatih, dan obsesi yang tinggi untuk mencapai prestasi telah memberikan penghargaan yang tak ternilai bagi Hei A dan ibunya. Hei A, yang dulunya ditolak beberapa sekolah piano di Korea Selatan, kini menjadi pusat perhatian publik.

Dengan keempat jari-jari kecilnya, Hei A terbukti telah membetot mata, telinga, dan rasa para penggemar alunan musik dari piano.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telepon Genggam dan Kita

Pernahkah Anda mencoba lepas sehari saja dengan telepon genggam Anda? Jika Anda pernah mencobanya, tentu sangat mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Di tengah kesibukan yang makin “menggila” telepon genggam sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat.  Sengaja saya beri tanda kutip kata “menggila” tadi untuk menegaskan bahwa banyak orang yang kini tergila-gila memakai telepon genggam. Saking gilanya, mereka tidak bisa lepas barang sejenak dari benda yang satu itu. Itu artinya komunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Membeli telepon genggam dan membeli pulsa sudah menjadi rutinitas yang menghiasi keseharian kita.  Kenyataan tentang pentingnya telepon genggam ini menyadarkan saya bahwa seseorang bakal merasa tidak lengkap jika telepon genggamnya tidak bisa berfungsi. Inilah yang saya alami saat berada di Hotel Mambrouk Anyer Banten, Selasa 29 Juli 2008 lalu. Acara liburan mendadak itu menjadikan saya tidak bisa membawa tiga buah charger untu...

Fakta Seputar Perang Korea

Semenanjung Korea akhirnya merdeka. Hari itu tanggal 3 Oktober 1945, bangsa Korea menghirup kemerdekaan, setelah dijajah oleh negeri matahari terbit; Jepang. Begitulah, sejarah baru bangsa Korea terbentang dan bergulir. Rasa haru kemerdekaan itu agaknya hanya berumur sesaat. Semenanjung damai yang dulunya bersatu, kembali terkoyak. Tiba-tiba Korea Utara menyerang Seoul dengan tujuan yang jelas; menginvasi Korea Selatan. Tragedi kemanusiaan bertajuk Perang Korea atau yang dikenal pula dengan Korean War digelar. Luka bangsa Korea semasa penjajahan Jepang belumlah usai. Berikutnya, pada tanggal 25 Juni 1950, luka bangsa itu disayatkan lagi oleh saudara sebangsa. Perang, di belahan bumi manapun berlangsung, senantiasa menorehkan luka yang teramat dalam bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam realitanya, perang merupakan pilihan akhir yang dilematis yang harus dijalani oleh suatu bangsa, setelah upaya lain terhenti. Tak peduli apapun bentuk perang tersebut dan alasan y...

Kepercayaan dan Berkah

Kepercayaan, inilah salah satu prinsip yang harus dipegang teguh oleh pebisnis jika ingin sukses. Tanpa kepercayaan mustahil akan ada kesepakatan bisnis yang akan menghasilkan keuntungan. Konon, orang Tionghoa memegang teguh prinsip ini. Bahkan prinsip kepercayaan ini merupakan modal dasar bagi mereka ketika terjun dalam dunia bisnis. Tak mengherankan, jika banyak orang Tionghoa yang sukses berbisnis karena mereka benar-benar memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan oleh mitra bisnisnya. Kepercayaan ini diterjemahkan dengan menjaga mutu produk yang dijual, memberikan servis yang optimal, dan tidak ingkar janji dalam membayar utang. Di Islam sendiri ada contoh yang sangat baik tentang prinsip kepercayaan ini. Nabi Muhammad SAW. dahulu dikenal sebagai pedagang yang jujur. Karenanya, banyak orang percaya kepada beliau dan bahkan beliau mendapat julukan al-amin yang berarti orang yang bisa menjaga amanah dan bisa dipercaya. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ...