Langsung ke konten utama

Mbah Kusni

“Mari silahkan diangkat. Rumah yang indah sudah menanti,” ucap Ustazd Mumun siang itu selepas shalat Jumat. Jenazah Mbah Kusni bin Sutokarso itu pun segera terangkat oleh empat orang jamaah masjid. Semuanya berjalan tenang. Dari dekat mimbar khatib jenazah kemudian bergerak cepat menuju mobil ambulan yang mulai meraung. Aku tercenung beberapa detik. 

Mbah Kusni telah pergi meninggalkan kami, ucapku pelan dalam hati. Simbah meninggal dalam usia 71 tahun, hari Kamis sore pukul 15.45 WIB. Beliau memang sudah renta. Sudah titi wancine kalau orang Jawa bilang. Atau sudah waktunya meninggal. Padahal sekitar dua bulan lalu beliau masih sempat pergi ke Kediri Jawa Timur untuk membeli madu dan jamu untuk dijual kembali di Depok. 

Aku masih tercenung tenang saat melangkahkan kaki keluar masjid. Dalam benakku aku berpikir betapa kurang ajarnya aku ini. Tiga tahun sudah aku tinggal dan bekerja di Jakarta. Belum pernah sekalipun aku berkunjung ke rumah Mbah Kusni di Depok. Sekalinya berkunjung, aku mendapati beliau sudah membujur kaku terbungkus kain kafan dan dishalati oleh jamaah. Aku hanya bisa diam sambil terus mengingat simbah. Aku memang tidak mengenal dekat beliau. Tapi ingatanku tentang beliau sungguh lekat.

Aku membayangkan bagaimana kegiatan beliau mengisi mengisi teka-teki silang sambil minum kopi dan merokok Kansas jenis menthol. Dari gurat-gurat di kulitnya aku bisa membaca betapa keras perjuangan beliau sejak belia hingga memasuki usia senja. Banyak yang bilang beliau orang yang baik dan menyenangkan. Beliau pandai bergaul di manapun. Di kereta, di bis, di rumah, maupun di kantor. Tak mengherankan jika beliau mudah mencuri perhatian orang dengan obrolan-obrolan ringannya. 

Mbah Kusni sudah tidak ada lagi. Tapi kenangan tentang dirinya masih melekat kuat di hati. Aku pernah mengantarkan beliau membeli madu di sebuah desa di Pare Kediri. Dengan telaten beliau menawar harga dan mencoba madu itu dengan cara dicampur dan diaduk dalam teh hangat. “Kalau nggak nyampur dengan teh berarti asli le,” kata beliau padaku. Aku hanya mengangguk dan merasa salut dengan kerja keras beliau menguji keaslian madu yang hendak dibeli. 

Meski sudah pensiun dari Departemen Agama, Mbah Kusni tergolong manusia yang tangguh. Beliau tidak mengalami post power syndrome seperti yang banyak dialami oleh banyak pejabat di republik ini setelah tidak memiliki jabatan lagi. Mbah tetap berusaha aktif dengan caranya sendiri. Selain berjualan madu dan jamu di kios depan rumah, terkadang mbah juga menawarkan sepeda tua-sepeda tua kepada beberapa orang yang merasa tertarik untuk mengoleksinya.


Sebagai orang muda, aku merasa masih kalah jauh dengan beliau. Mbah pernah bercerita, beliau aktif bermain bulutangkis tiap minggu. Meski perokok berat, mbah mengaku masih kuat bermain dua set langsung dengan lawan-lawannya yang lebih muda. 


Semasa hidupnya Mbah Kusni begitu mudah dikenali dengan gaya berpakaiannya. Setiap kali berkunjung ke Gurah Kediri Jawa Timur, beliau seringkali terlihat dengan setelan safarinya. Sepatu boot hitam selalu menemaninya setiap beliau berjalan-jalan. Asap tipis rokok putih yang beliau tampak pula mengiringi di setiap obrolan. Sungguh beliau secara tak langsung telah mengajarkan padaku sebuah kesederhanaan bersikap dan bergaul. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salon Kecantikan Terbaik untuk Perempuan: Layanan Gunting, Cuci Rambut, dan Lebih Banyak Lagi

Perempuan berhak merawat rambutnya agar tampil cantik Dalam dunia yang semakin sibuk ini, setiap perempuan berhak untuk merasa cantik dan percaya diri. Salah satu cara untuk mencapai itu adalah dengan merawat rambut di salon kecantikan yang profesional. Di salon kami, kami menawarkan berbagai layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kecantikan perempuan, termasuk gunting, cuci rambut, blow, coloring, smoothing, dan hair mask. Layanan Unggulan Kami 1. Gunting Rambut Gunting rambut adalah langkah pertama untuk mendapatkan penampilan yang segar. Tim stylist kami yang berpengalaman siap membantu Anda menemukan gaya rambut yang paling sesuai dengan bentuk wajah dan kepribadian Anda. 2. Cuci Rambut Setelah gunting, cuci rambut adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut. Kami menggunakan produk berkualitas tinggi yang dapat memberikan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut Anda. 3. Blow Layanan blow kami akan memberikan sentuhan akhir yang s...

Fakta Seputar Perang Korea

Semenanjung Korea akhirnya merdeka. Hari itu tanggal 3 Oktober 1945, bangsa Korea menghirup kemerdekaan, setelah dijajah oleh negeri matahari terbit; Jepang. Begitulah, sejarah baru bangsa Korea terbentang dan bergulir. Rasa haru kemerdekaan itu agaknya hanya berumur sesaat. Semenanjung damai yang dulunya bersatu, kembali terkoyak. Tiba-tiba Korea Utara menyerang Seoul dengan tujuan yang jelas; menginvasi Korea Selatan. Tragedi kemanusiaan bertajuk Perang Korea atau yang dikenal pula dengan Korean War digelar. Luka bangsa Korea semasa penjajahan Jepang belumlah usai. Berikutnya, pada tanggal 25 Juni 1950, luka bangsa itu disayatkan lagi oleh saudara sebangsa. Perang, di belahan bumi manapun berlangsung, senantiasa menorehkan luka yang teramat dalam bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam realitanya, perang merupakan pilihan akhir yang dilematis yang harus dijalani oleh suatu bangsa, setelah upaya lain terhenti. Tak peduli apapun bentuk perang tersebut dan alasan y...

Telepon Genggam dan Kita

Pernahkah Anda mencoba lepas sehari saja dengan telepon genggam Anda? Jika Anda pernah mencobanya, tentu sangat mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Di tengah kesibukan yang makin “menggila” telepon genggam sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat.  Sengaja saya beri tanda kutip kata “menggila” tadi untuk menegaskan bahwa banyak orang yang kini tergila-gila memakai telepon genggam. Saking gilanya, mereka tidak bisa lepas barang sejenak dari benda yang satu itu. Itu artinya komunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Membeli telepon genggam dan membeli pulsa sudah menjadi rutinitas yang menghiasi keseharian kita.  Kenyataan tentang pentingnya telepon genggam ini menyadarkan saya bahwa seseorang bakal merasa tidak lengkap jika telepon genggamnya tidak bisa berfungsi. Inilah yang saya alami saat berada di Hotel Mambrouk Anyer Banten, Selasa 29 Juli 2008 lalu. Acara liburan mendadak itu menjadikan saya tidak bisa membawa tiga buah charger untu...