Langsung ke konten utama

Fakta Singkat tentang Rahman Halim dan Gudang Garam Kediri


Di kota kecil bernama Kediri, hampir semua orang tahu siapa itu Rahman Halim. Dialah bos PT. Gudang Garam Tbk. Nama aslinya adalah Tjoa To Hing. Rahman Halim adalah generasi kedua dari perusahaan rokok Gudang Garam. 


Bagi saya yang asli Kediri Jawa Timur, keberadaan Gudang Garam seperti sebuah legenda. Legenda tentang kesuksesan kaum Tionghoa membangun bisnisnya namun tetap memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.

Saya belum pernah bertemu langsung dengan Rahman Halim. Saya hanya tahu nama dan lokasi pabriknya. Banyak orang di Kediri mengenal Rahman Halim dari pemberitaan di media. Prestasi terakhirnya adalah menjadi orang kaya kedelapan di kawasan Asia Tenggara. 

Bagi saya pribadi itu bukan prestasi yang mengherankan. Sejak kecil saya sudah dikenalkan dengan nama besar Gudang Garam. Dalam salah satu iklan di harian Jawa Pos, saya sempat tahu kalau Gudang Garam merupakan pabrik rokok terbesar di Asia Tenggara. Areal pabriknya berdiri megah di salah satu desa di Kediri. Seluruh arealnya dikelilingi pagar besi warna biru yang dipasangi dua huruf: GG di antara sela-sela besi.

Sebelum saya masuk sekolah dasar, sesekali ayah saya mengajak saya berkeliling kompleks Gudang Garam. Salah satu areal yang banyak dilihat warga adalah hanggar helikopter. Dari balik pagar, saya bisa melihat bagaimana rupa helikopter itu. 

Sebuah benda yang waktu itu menjadi salah satu mainan favorit saya. Ayah juga sempat menunjukkan di mana kandang kuda milik Gudang Garam berada. Semua kuda-kuda itu terawat dengan baik di balik pintu kandang yang tertutup rapat.

Rahman Halim dan Gudang Garam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pengusaha bertangan dingin itulah yang membesarkan Gudang Garam. Ribuan pekerja dari tiga kabupaten: Kediri, Nganjuk, dan Tulungagung menggantungkan hidupnya pada Gudang Garam. 

Pabrik rokok yang dikenal dengan tag line: Kreteknya Lelaki. Berton-ton rokok diproduksi Gudang Garam, dikemas dan kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah hingga diekspor. Itu berarti berton-ton pula racun menyesaki paru-paru para perokok dari berbagai usia dan latar belakang.

Dulu, saya adalah seorang perokok. Salah satu rokok kesukaan saya adalah Gudang Garam. Sesuai iklannya, rasa rokok Gudang Garam adalah: harum, gurih, dan nikmat. 

Sembari merokok sesekali saya melihat bungkus rokok Gudang Garam. Ada gambar bangunan gedung di situ. Ya itulah gudang garam yang kemudian disulap menjadi pabrik rokok. Sesekali saya membayangkan masa remaja saya saat masih di Kediri. 

Hampir tiap pagi, saya bersepeda dari Gurah ke Kediri. Jarak tempuhnya sekitar 12 kilometer. Agar tidak terlambat, saya berangkat pagi-pagi sekitar jam 06.00 WIB. Suasana jalanan biasanya sudah ramai. 

Puluhan buruh linting pabrik rokok Gudang Garam dari berbagai desa biasanya sudah melaju kencang menuju Kediri. Tidak ada raut muka malas di wajah mereka. Yang ada justru semangat mengayuh sepeda agar lekas sampai ke pabrik. Karena searah, biasanya saya balapan dengan mereka.

“Ayo mas balapan,” sapa salah seorang buruh linting rokok. Kami pun beradu cepat mengayuh sepeda masing-masing untuk saling mendahului. Udara dingin pagi tidak terasa karena keringat terus mengucur. Sungguh menyenangkan rasanya. Sesampainya di pertigaan Paron, kami berpisah. Para buruh belok kanan menuju areal pabrik dan saya belok kiri menuju sekolah saya di Madrasah Tsanawiyah Kediri 2.

Aroma dan denyut ekonomi Gudang Garam sangat terasa bagi warga Kediri, termasuk saya. Jika tidak sedang bersepeda, biasanya saya harus naik angkutan umum menuju ke rumah. Selepas lohor, adalah waktu bubaran para buruh linting rokok. 

Angkutan umum dari Kediri menuju Pare yang saya tumpangi selalu penuh sesak oleh para buruh-buruh perempuan yang berebut naik. Kabin mobil pun dipenuhi bau tembakau bercampur cengkeh. Tidak ada harum keringat, yang ada bau rokok. Saya menjadi salah satu penghirupnya. 

Sesekali saya mencoba merasakan kelelahan para buruh linting rokok ini. Dari celotehannya, saya baru tahu kalau mereka dibayar berdasarkan jumlah rokok yang berhasil mereka linting. Mereka ini bekerja dalam diam tanpa banyak ngobrol. 

Dengan memakai seragam dan penutup kepala khusus, para buruh perempuan ini duduk berjajar menghadap mesin SKT atau sigaret kretek tangan. Tangan-tangan tangkas itu bergerak cekatan mengambil kertas, memasukkan adonan tembakau dan cengkeh, membubuhkan sedikit lem, dan kemudian memasukkan ke dalam mesin yang berfungsi merapatkan lintingan rokok. Semua berjalan serba cepat, dalam diam. Semuanya berlomba. Lomba dalam diam, silent competition.

Itulah secuil cerita tentang Gudang Garam. Secuil cerita tentang Kediri. Kota kecil yang 70 persen produk domestik brutonya disumbang Gudang Garam. Seandainya Gudang Garam bangkrut, saya belum bisa membayangkan bagaimana nasib perekonomian Kediri. 

Kediri beruntung punya Rahman Halim, orang kaya itu. Rahman tak sekadar kaya, namun juga dikenal baik hati. Setiap lebaran, ribuan gembel dan pengemis mengantri pembagian jatah “fitrahan” di pintu gerbang Gudang Garam. 

Kekayaan itu menetes ke bawah setahun sekali. Tetesannya mungkin tidak banyak. Masih lebih banyak tetesan yang diperoleh para pemegang saham Gudang Garam di lantai bursa.

Komentar

  1. Thanks Sachin for your comment. I am stil developing this blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salon Kecantikan Terbaik untuk Perempuan: Layanan Gunting, Cuci Rambut, dan Lebih Banyak Lagi

Perempuan berhak merawat rambutnya agar tampil cantik Dalam dunia yang semakin sibuk ini, setiap perempuan berhak untuk merasa cantik dan percaya diri. Salah satu cara untuk mencapai itu adalah dengan merawat rambut di salon kecantikan yang profesional. Di salon kami, kami menawarkan berbagai layanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kecantikan perempuan, termasuk gunting, cuci rambut, blow, coloring, smoothing, dan hair mask. Layanan Unggulan Kami 1. Gunting Rambut Gunting rambut adalah langkah pertama untuk mendapatkan penampilan yang segar. Tim stylist kami yang berpengalaman siap membantu Anda menemukan gaya rambut yang paling sesuai dengan bentuk wajah dan kepribadian Anda. 2. Cuci Rambut Setelah gunting, cuci rambut adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut. Kami menggunakan produk berkualitas tinggi yang dapat memberikan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut Anda. 3. Blow Layanan blow kami akan memberikan sentuhan akhir yang s...

Fakta Seputar Perang Korea

Semenanjung Korea akhirnya merdeka. Hari itu tanggal 3 Oktober 1945, bangsa Korea menghirup kemerdekaan, setelah dijajah oleh negeri matahari terbit; Jepang. Begitulah, sejarah baru bangsa Korea terbentang dan bergulir. Rasa haru kemerdekaan itu agaknya hanya berumur sesaat. Semenanjung damai yang dulunya bersatu, kembali terkoyak. Tiba-tiba Korea Utara menyerang Seoul dengan tujuan yang jelas; menginvasi Korea Selatan. Tragedi kemanusiaan bertajuk Perang Korea atau yang dikenal pula dengan Korean War digelar. Luka bangsa Korea semasa penjajahan Jepang belumlah usai. Berikutnya, pada tanggal 25 Juni 1950, luka bangsa itu disayatkan lagi oleh saudara sebangsa. Perang, di belahan bumi manapun berlangsung, senantiasa menorehkan luka yang teramat dalam bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam realitanya, perang merupakan pilihan akhir yang dilematis yang harus dijalani oleh suatu bangsa, setelah upaya lain terhenti. Tak peduli apapun bentuk perang tersebut dan alasan y...

Telepon Genggam dan Kita

Pernahkah Anda mencoba lepas sehari saja dengan telepon genggam Anda? Jika Anda pernah mencobanya, tentu sangat mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Di tengah kesibukan yang makin “menggila” telepon genggam sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat.  Sengaja saya beri tanda kutip kata “menggila” tadi untuk menegaskan bahwa banyak orang yang kini tergila-gila memakai telepon genggam. Saking gilanya, mereka tidak bisa lepas barang sejenak dari benda yang satu itu. Itu artinya komunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Membeli telepon genggam dan membeli pulsa sudah menjadi rutinitas yang menghiasi keseharian kita.  Kenyataan tentang pentingnya telepon genggam ini menyadarkan saya bahwa seseorang bakal merasa tidak lengkap jika telepon genggamnya tidak bisa berfungsi. Inilah yang saya alami saat berada di Hotel Mambrouk Anyer Banten, Selasa 29 Juli 2008 lalu. Acara liburan mendadak itu menjadikan saya tidak bisa membawa tiga buah charger untu...